Bauran Produk
Produk adalah segala sesuatu yang memberikan nilai (perbandingan antara keuntungan dengan biaya) yang dapat dipakai untuk memuaskan kebutuhan.
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Menurut Kotler & Keller (2007:6), produk dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok menurut daya tahan dan wujudnya yaitu:
a. Barang Yang Tidak Tahan Lama (Non Durable Goods)
Merupakan barang-barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Contoh : shampoo dan sabun
b. Barang Tahan Lama (Durable Goods)
Merupakan barang berwujud yang biasanya bertahan walaupun sudah digunakan berkali dalam jangka waktu yang lama. Contoh : peralatan mesin, lemari,dll
c. Jasa (Service)
Merupakan produk-produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan, dan mudah habis. Contoh: jasa potong rambut, reparasi,dll
Sedangkan klasifikasi produk menurut kebiasaan berbelanja konsumen dibedakan menjadi:
1. Barang Konsumen, yaitu barang-barang yang dibeli konsumen akhir untuk dikonsumsi pribadi. Barang-barang ini dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan, antara lain:
a. Barang Sehari-sehari (Convinience Goods)
Merupakan barang-barang yang biasanya sering dibeli pelanggan dengan upaya yang sangat sedikit. Barang-barang convinience ini dapat dibedakan menjadi 3 kelompok sebagai berikut :
- Staples Goods, yakni barang yang dibeli secara teratur. Contoh : Shampo dan pasta gigi
- Impulse Goods, yakni barang yang dibeli berdasarkan keinginan seketika, tanpa perencanaan atau usaha pencarian. Contoh: Permen dan majalah
- Emergency Goods, yakni barang yang dibeli saat kebutuhan mendesak. Contoh: Jas hujan dan payung di musim hujan
b. Barang Toko (Shopping Goods)
Merupakan barang-barang yang biasanya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya dalam proses pemilihan dan pembeliannya. Barang Shopping dapat dikelompokan kedalam 2 jenis sebagai berikut:
- Homogenous Shopping Goods, yakni barang yang oleh konsumen dianggap memiliki kualitas serupa tetapi mempunyai harga cukup berbeda. Contoh: TV,Laptop,Handphone,dll
- Heterogenous Shopping Goods, yakni barang yang berbeda dalam hal keistimewaan dan jasa produk yang mungkin lebih penting dari pada harganya. Contoh: pakaian dan peralatan rumah tangga
c. Barang Khusus (Speciality Goods)
Merupakan barang-barang dengan ciri-ciri merek yang unik dan karena itulah cukup banyak pembeli bersedia melakukan upaya pembelian yang khusus. Contoh: mobil mewah dan pakaian karya desiner ternama
d. Barang Yang Tidak Dicari (Unsought Goods)
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau biasanya mereka tidak terpikir untuk membelinya. Contoh: tanah kuburan dan batu nisan.
2. Barang Industri (Industrial Goods), yaitu barang yang dibeli oleh individu dan/atau organisasi untuk diolah lebih lanjut atau digunakan dalam menjalankan suatu usaha. Barang-barang ini diklasifikasikan berdasarkan cara barang itu memasuki proses produksi dan harga relatinya, menjadi 3 kelompok sebagai berikut :
a. Bahan baku dan suku cadang ( Material and Parts)
Merupakan barang yang sepenuhnya memasuki produk yang dihasilkan. Barang-barang ini terbagi menjadi 2, yaitu:
- Bahan mentah, yakni bahan yang belum diolah secara mekanik
- Bahan baku dan suku cadang hasil manufaktur, yakni barang yang sudah dikelola secara mekanik
b. Barang modal (capital items)
Merupakan barang tahan lama yang memudahkan pengembangan dan/atau pengelolaan produk akhir. Barang modal meliputi :
- Instalasi, seperti peralatan dan bangunan
- Peralatan, meliputi peralatan dan perkakas pabrik yang dapat dibawa kemanapun. Contoh : perkakas pertukangan, truk pengangkut,dll
c. Perlengkapan dan jasa bisnis (complete and service business)
Merupakan barang-barang tahan lama yang memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi.
Strategi pemasaran produk adalah rencana detail berisi cara menjual produk atau layanan. Adanya strategi ini memastikan sebuah produk atau layanan dapat dipasarkan secara efektif ke satu target pasar tertentu.
Strategi Pemasaran 4P : Product (Produk), Price (Harga), Place (Lokasi) dan Promotion (Promosi).
(1) Product : Setiap UKM harus bisa menentukan produk apa yang menjadi andalannya dan bagamana cara mengembangkan produk andalannya tersebut. Misalnya dengan menambah varian rasa, varian ukuran, varian bentuk dan juga varian kemasannya.
(2) Price : Penentuan harga produk sangat menentukan dalam kesuksesan proses penjualan. Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan sebuah produk atau jasa. Dalam bauran pemasaran, harga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemasaran suatu produk.
(3) Place : Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha.
(4) Promotion : Kegiatan promosi bisnis merupakan bagian dari strategi pemasaran yang sangat dibutuhkan sebuah usaha, baik usaha kecil maupun usaha yang sudah berkembang besar.
Secara garis besar jenis-jenis jasa dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:
Usaha Rumah Tangga
Jenis jasa ini mencakup banyak hal yang ada didalam rumah tangga. Misalnya perawatan kebun, perbaikan rumah, air minum, reparasi alat-alat rumah tangga, pembersihan rumah dll.
Perumahan
Jenis jasa ini melingkupi penyewaan sebuah kamar hotel (penginapan), apartemen dll.
Hiburan atau Rekreasi
Jenis jasa ini antara lain penyewaan alat-alat yang berkaitan dengan hiburan, atau penyewaan tempat untuk melakukan kegiatan hiburan.
Perawatan Pribadi
Contoh jasa jenis ini adalah perawatan kecantikan, pijit, salon dll.
Kesehatan
Jenis jasa ini termasuk jasa yang penting, contohnya adalah perawatan dirumah sakit, bidan dll.
Bisnis
Meliputi jasa akuntan, konsultan dll.
Komunikasi
Misalnya warnet, wartel pengiriman fax dll.
Transportasi
Jenis jasa ini masih amat sangat digunakan sampai saat ini, contohnya takasi, angkutan umum, bus umum, travel dll.
Jasa Keuangan
Misalnya leasing, pajak, pinjaman dll.
Pendidikan
Contoh dari jasa jenis ini antara lain guru privat, guru les, guru ngaji dll.
Karakterisitik Jasa
Jasa mempunyai 4 karakteristik yang sangat berpengaruh pada rangcangan program pemasaran, yakni:
⇒ Intangibility (Tak Berwujud), jasa merupakan sesuatu yang tak bisa dilihat, diraba, dicium, didengar sebelum ada kesepakatan dari kedua belah pihak dari sebuah transaksi pembelian.
⇒ Inspirability (Tidak Dapat Dipisahkan), jasa tidak bisa dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber tersebut merupakan mesin atau orang, hadir atau tidak.
⇒ Variability (Berubah-ubah), jasa merupakan sesuatu yang sifatnya tidak tetap, artinya jasa bergantung pada siapa yang menyajikannya.
⇒ Perishability (Mudah Lenyap), daya tahan suatu jasa tidak akan menjadi masalah jika permintaan selalu ada, sebaliknya jika permintaan menurun maka akan menjadi sebuah masalah bagi penyedia jasa tersebut.
Strategi pemasaran jasa dapat melalui beberapa cara, sebagai berikut:
1. Pemasaran Eksternal, merupakan kegiatan yang menggambarkan aktivitas normal yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempersiapkan jasa, melalui distribusi, menetapkan harga, dan mempromosikan jasa yang bernilai superior kepada konsumen.
2. Pemasaran Internal, menggambarkan tugas yang ditanggung oleh perusahaan dalam rangka memotivasi dan melatih para karyawan (sebagai aset utama perusahaan serta ujung tombak pelayanan) agar bisa melayani konsumen dengan baik.
3. Pemasaran Interaktif, merupakan kegiatan menggambarkan interkasi antara konsumen dan karyawan. Dengan harapan setiap karyawan yang loyal, diberdayakan dan bermotivasi tinggi dapat memberikan Total Quality Services kepada setiap konsumen dan calon konsumen.
Secara garis besar, strategi pemasaran jasa meliputi 3 hal berikut :
1. Melakukan diferensiasi kompetitif, dalam hal ini terdapat 3 aspek didalamnya, diantaranya:
a. People (orang), perusahaan jasa dapat membedakan dirinya dengan perusahaan lain dengan cara merekrut serta melatih karyawan yang lebih mampu dan lebih bisa diandalkan dalam berhubungan dengan konsumen dibandingkan dengan karyawan pesaingnya.
b. Physical environment (lingkungan fisik), perusahaan jasa dapat mengembangkan lingkungan fisik yang lebih akraktif.
c. Prosess (proses), perusahaan jasa bisa merancang proses penyampaian jasa dengan superior seperti home banking yang dibentuk oleh bank tertentu.
2. Mengelola kualitas jasa, dalam hal ini kualitas jasa dipengaruhi oleh 2 variabel, yaitu jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan oleh konsumen. Jika jasa yang dirasakan lebih kecil dibandingkan dengan yang diharapkan ,maka konsumen akan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan.
3. Mengelola produktivitas
Dalam jurnal berjudul "Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Perilaku Online Shopping: Prespektif Pemasaran Agribisnis" melakukan kegiatan bauran pemasaran 4 P sebagai berikut :
1. Produk (Product)
PT. Kebunbibit Penuh Bunga pada bauran produk adalah dengan pemberian merek, perlakuan quality control terhadap produk sebelum pengiriman, pengaturan keindahan dan kerapihan website, penyediaan produk yang beragam, serta pemberian garansi, pelayanan yang sigap dan ramah.
2. Harga (Price)
PT. Kebunbibit Penuh Bunga menetapkan harga yang relatif mahal atas produknya. Strategi yang atas harga ini telah terdiri atas perhitungan terhadap biaya produksi, keuntungan, dan daya beli konsumen.
3. Tempat (Place)
Menurut aspek kemudahan PT. Kebunbibit Panen Bunga diterapkan dengan baik dalam website www.kebutbibit.id. PT. Kebunbibit Panen Bunga juga menjamin kenyamanan konsumen dengan memberikan notifikasi status barang sejak mulai dikemas,dikirim, sedang dalam perjalanan hingga perkiraan waktu sampai ke tempat tinggal konsumen.
4. Promosi (Promotion)
PT. Kebunbibit Panen Bunga menggunakan kanal promosi yang mungkin untuk dimaksimalkan. Mulai dari optimalisasi kualitas display produk di website. Berbagai fasilitas Google digunakan dalam kegiatan pemasaran seperti Google Adwords, Google AdSense, hingga Google Remarketing dimaksimalkan untuk memberikan
akselerasi hasil pada geliat pemasaran.
Langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh
PT. Kebunbibit adalah pemasaran dengan media
video yang lebih interaktif dan dapat
menyampaikan pesan yang lebih utuh.
Komentar
Posting Komentar