Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

     Di era yang cepat mengalami perubahan seperti sekarang ini, persaingan yang muncul pada home industry berada dalam lingkungan yang bersifat dinamis dan penuh ketidakpastian meliputi produk, harga, tempat, teknologi, bahan baku, distribusi, keahlian sumber daya, konsumen dan lain sebagainya. Pelaku home industry harus menciptakan strategi yang tepat agar perusahaan mampu bersaing, mempertahankan kehidupan usaha dan mengembangkannya.
    Keunggulan bersaing adalah keunggulan atas pesaing yang didapat dengan menyampaikan nilai pelanggan yang lebih besar, melalui harga yang lebih murah atau dengan menyediakan lebih banyak manfaat yang sesuai dengan penetapan harga yang lebih tinggi. (Kotler, 2000). Porter(1993) mengklasifikasikan strategi keunggulan dalam tiga kategori, yaitu keunggulan biaya,diferensiasi dan fokus. Untuk bisnis, keunggulan kompetitif adalah tujuan utama. Tanpa itu, perusahaan akan merasa sulit untuk bertahan hidup secara menguntungkan. Dan mereka selalu berusaha mempertahankan keunggulan ini.

- Harga Kompetitif

    Keunggulan biaya adalah bagaimana perusahaan menetapkan harga paling rendah dibanding pesaingnya namun tetap tidak mengurai kualitas dari produk atau jasanya. Harga yang kompetitif adalah dimana harga tersebut dipandang layak oleh calon konsumen karena sesuai dengan manfaat produk dan terjangkau, serta diharapkan mampu bersaing dengan harga produk dari perusahaan lain.Pada dasarnya, konsumen menginginkan harga yang pantas dan sesuai dengan produk atau jasa. Selain itu, dengan menetapkan harga yang kompetitif perusahaan akan mampu bersaing dengan harga produk atau jasa dari perusahaan lain. Melalui harga kompetitif pula, suatu perusahaan akan mendapatkan nilai lebih yang akan menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan itu sendiri.

- Kualitas 
    Pada umumnya kualitas yang diberikan perusahaan kepada konsumen tentunya memiliki tujuan dengan diadakannya pelayanan adalah agar konsumen merasa puas dan dampaknya bagi perusahaan adalah perusahaan akan memiliki nilai lebih dibandingkan pesaingnya. Sehingga hal ini menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan. Upaya memberikan pelayanan yang berkualitas pada konsumen memicu konsumen untuk menggunakan produk dan jasa dari perusahaan tersebut. Sehingga terciptanya keunggulan bersaing.

Menilai potensi pasar dengan 2 pendekatan, yaitu :

a) Pendekatan Permintaan

    Pendekatan permintaan terfokus tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. Jadi, di desa ini terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian sesuai kebutuhan masyarakat desa. Begitu pun dengan tempat hiburan yang belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh masyarakat di pedesaan.

Melalui pendekatan permintaan Anda dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, Total kebutuhan per tahun.

 

b) Pendekatan Penawaran

    Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan kualitas genteng yang bersaing tersebut, lalu apakah berarti para calon konsumen, developer, pemborong pembangunan rumah dan sebagainya kira-kira berminat membeli, sebab harga genteng produksi wirausaha ternyata lebih mahal dibandingkan genteng dengan kualitas yang sama di pasaran saat ini. Apakah konsumen mempunyai daya beli berminat untuk membeli genteng yang lebih mahal dengan kualitas sama atau membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas yang baik. Begitupun kalau Anda ingin membuka toko kue, salon kecantikan, usaha pijat dan usaha lainnya.

Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

 

Cara Menentukan Produk Niche Market

Sekarang saatnya untuk mengindentifikasi dan menemukan peluang untuk menggapai konsumen yang tergolong ke dalam ceruk pasar untuk bisnis kamu, sebagai awal ikuti empat langkah berikut.

1. Temukan Keunggulan dan Daya Tarik Produk

Mulai dengan mempertimbangkan apa yang akan ditawarkan dan apa yang yang menjadi kelebihan produk tersebut. Strategi pemasaran ini sangat berperan dalam kekuatan dan perspektif unik sebuah produk. Jadi, temukan inovasi dan keunikan dari brand yang akan di promosikan

2. Lakukan Riset Untuk Mengetahui Peluang Pasar

Setelah memiliki gagasan tentang sebuah inovasi yang bisa menjadi peluang dari produk yang akan di promosikan. Validasikan bahwa itu adalah ide yang masuk akal. Lakukan analisis kompetitif untuk melihat apakah ada pesaing di ruang ini dan jika ada, apa yang sudah dilakukan merek-merek tersebut.

3. Kenali Calon Target Konsumen Lebih Dalam

Cara lain untuk mendapatkan wawasan dan memicu inspirasi adalah melihat dari dekat target konsumen. Kenali dan identifikasi apa yang mereka inginkan dan butuhkan di saat ini atau masa depan. Mengenal calon konsumen dapat membantu mengembangkan sebuah produk atau cara menyampaikan pesan pada media promosi yang baik kepada mereka.

4. Pilih Target Segmen Pasar dan Selalu Lakukan Evaluasi

Seperti kebanyakan strategi pemasaran, pengembangan tidak bisa berhenti saat berhasil membuat strategi “niche market” dan menganggapnya akan mencapai hasil yang sesuai dengan harapan secara terus menerus. Perusahaan harus terus menguji ide tersebut, meninjau hasilnya, dan terus menyesuaikannya.

 Ciri ciri produk yang sesuai minat pasar untuk diekspor yaitu :

1. Sesuai tren global

Membuat produk yang sedang disukai adalah cara termudah menarik minat pembeli. Oleh karenanya, Anda harus bisa memahami tren global yang sedang diminati.

2. Unik dan inovatif

Keunikan produk tentu akan menarik pasar. Keunikan bisa Anda ciptakan dengan mengadopsi ciri khas budaya lokal dengan sajian kontemporer. Ini akan memberikan keunikan yang menyolok dari produk negara lain.

3. Edisi terbatas

Memroduksi produk secara terbatas dan memadukannya dengan strategi komunikasi yang tepat akan membuat pasar tertarik. Cara ini seringkali efektif membuat calon pembeli memesan barang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Pemasaran STP (Segmenting,Targeting,Positioning)

Bauran Harga

Bauran Produk